BANDA ACEH — Tari Rapa’i Geleng akhiri rangkaian pembukaan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Putri Putra (Musppanitra) Nasional tahun 2023 yang digelar di Ayani Hotel Banda Aceh, Selasa (28/11/2023).
Rapa’i Geleng merupakan tarian etnis Aceh yang berasal dari Manggeng, Aceh Barat Daya. Rapa’i Geleng dikembangkan oleh seorang anonim di Aceh Barat Daya.
Tarian Rapa’i Geleng juga disertakan gerakan tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerjasama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan masyarakat. Tarian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat dalam syair yang dinyanyikan, kostum dan gerak dasar dari unsur Tari Rateb Meuseukat.
Jenis tarian ini dimaksudkan untuk laki-laki. Biasanya yang memainkan tarian ini ada 12 orang laki-laki yang sudah terlatih. Syair yang dibawakan adalah sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana hidup bermasyarakat, beragama dan solidaritas yang dijunjung tinggi.
Tarian Rapai Geleng memiliki 3 babak yaitu, Saleuem (salam); Kisah (baik kisah rasul, nabi, raja, dan ajaran agama); dan Lani (penutup).

Gerakan tarian ini diikuti tabuhan rapa’i yang berirama satu-satu, lambat, lama kemudian berubah cepat diiringi dengan gerak tubuh yang masih berposisi duduk bersimpuh, meliuk ke kiri dan ke kanan. Gerakan cepat kian lama kian bertambah cepat.
Musppanitra Nasional dibuka secara resmi oleh Kak Prof. Dr. S. Budi Prayitno, M.Sc. Wakil Ketua Kwartir Nasional/Ketua Komisi Pembinaan Anggota Muda.
Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah se-Indonesia ini akan berlangsung hingga Kamis, 30 November 2023 dengan beberapa agenda persidangan.
__
CST

